RCNNEWS.ID //BANJARMASIN.
Pemindahan Ibu Kota Nusantara ke tanah Kalimantan bukan sekadar perpindahan pusat pemerintahan, melainkan babak baru sekaligus ujian besar bagi kesejahteraan dan kemandirian masyarakat asli Borneo. Menyikapi hal ini, Ketua Umum DPP Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) menyerukan penyelenggaraan Musyawarah Besar atau “Aruh Ganal” seluruh warga Kalimantan untuk menyatukan langkah menyambut era IKN.
Momentum pembangunan IKN harus dijawab dengan kesatuan visi yang kuat antar seluruh elemen masyarakat. Pembangunan fisik yang masif tidak akan bermakna jika warga lokal hanya menjadi penonton. Oleh karena itu, diperlukan upaya menyeluruh untuk membangkitkan potensi sumber daya daerah secara menyeluruh agar putra-putri Kalimantan siap menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penikmat sisa-sisa kemajuan.
“Kita harus bersatu dan memperkuat barisan menyongsong masa depan baru ini. Tokoh adat, pemuka masyarakat, dunia pendidikan, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat dari berbagai suku di Kalimantan perlu duduk bersama menyusun langkah strategis. Tujuannya satu: memastikan warga lokal memiliki kesiapan dan peran sentral dalam mengisi peluang besar yang hadir,” tegas Ketua Umum FKPWK.
Ada tiga pilar utama yang harus segera didorong untuk mewujudkan kemandirian tersebut: pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi keahlian agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di proyek-proyek strategis nasional. Kedua, memperkuat kemandirian ekonomi daerah dengan membuka peluang seluas-luasnya bagi UMKM dan pengusaha lokal masuk ke dalam rantai pasok pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ketiga, menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian lingkungan serta budaya, dengan beralih dari eksploitasi sumber daya mentah menuju industri pengolahan yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal.
Mengenai lokasi pelaksanaan Aruh Ganal, belum ditetapkan secara sepihak dan justru diharapkan menjadi diskusi terbuka antarprovinsi. Kalimantan Timur berdekatan langsung dengan lokasi IKN, Kalimantan Selatan memiliki kearifan budaya dan potensi logistik pangan yang kuat, Kalimantan Barat simbol kerukunan dan perbatasan negara, Kalimantan Tengah kaya sejarah dan potensi hutan serta lingkungan, sedangkan Kalimantan Utara menjadi pusat pengembangan energi masa depan. Dari pertemuan besar ini diharapkan lahir kesepakatan bersama yang akan disampaikan langsung kepada Otorita IKN dan Pemerintah Pusat, sebagai bukti bahwa Kalimantan siap mandiri dan menjadi tiang penyangga kemajuan Indonesia.
(Hariyoso).











