Berita

Ritual Adat di Bundaran Besar Palangka Raya, Ikatan Paranormal Borneo Mohon Hujan Turun Guna Usir Kabut Asap dan Kekeringan

Avatar photo
1055
×

Ritual Adat di Bundaran Besar Palangka Raya, Ikatan Paranormal Borneo Mohon Hujan Turun Guna Usir Kabut Asap dan Kekeringan

Sebarkan artikel ini

RCNNEWS.ID //PALANGKA RAYA.

Hari Kamis, 3 September 2026, suasana Bundaran Besar Palangka Raya berlangsung khidmat. Ikatan Paranormal Borneo (IPB) Kalimantan Tengah yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya, Ki Samudra, menggelar ritual adat Dayak dengan tujuan memohon kepada Sang Pencipta agar menurunkan hujan di wilayah Kalimantan Tengah yang selama ini dilanda kemarau panjang, kekeringan hebat, serta kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap tebal.

Ritual sakral ini diikuti serta oleh Pangkalima Bubut dari Ormas Pasukan Borneo Bersatu beserta jajarannya, serta perwakilan dari Ormas MABB. Bersama-sama melakukan rangkaian prosesi adat penuh kekhusyukan sebagai wujud keprihatinan mendalam atas kondisi alam yang terus memanas dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

Selama berbulan-bulan lamanya Kalimantan Tengah dilanda musim kemarau yang panjang. Hutan dan lahan kering terbakar di berbagai wilayah, menimbulkan kabut asap tebal yang mengganggu kesehatan, aktivitas harian, hingga kelancaran transportasi udara maupun darat.

Berangkat dari keprihatinan inilah berbagai elemen masyarakat bersatu dalam doa dan permohonan sakral agar alam kembali sejuk dan hujan segera turun membasahi bumi Kalteng.

Ki Samudra selaku pemimpin pelaksana ritual menyampaikan, langkah ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan ungkapan kepedulian dan kerendahan hati anak bangsa terhadap alam. “Kami memohon kepada Yang Maha Kuasa, kepada roh leluhur tanah Kalimantan, agar kemarau panjang ini segera berakhir, hujan turun dengan lebat, api di hutan dan lahan padam, serta udara kembali bersih dan sejuk bagi seluruh masyarakat,” ujarnya di sela-sela prosesi.

Kegiatan ini juga menjadi bukti kepedulian ormas dan elemen masyarakat di Kalteng yang tidak hanya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, tetapi juga bergerak melalui jalur budaya dan spiritual demi keselamatan bersama. Diharapkan permohonan yang dipanjatkan dengan tulus ini segera dikabulkan, hujan turun melimpah, dan bencana asap serta kekeringan yang membelenggu Kalteng segera teratasi.

(Hariyoso).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *