RCNNEWS.ID //JAKARTA.
Nama Agus Flores, pendiri organisasi Fast Respon, kembali jadi sorotan. Sosoknya dikenal luas bukan hanya karena aktivitas sosialnya, tapi juga karena gaya ceplas-ceplos dan keberaniannya terjun langsung ke lapangan. “Saya ini orangnya takut kalau bertapa sendiri. Biasanya teman yang saya suruh duluan,” ujarnya sambil tertawa. Gaya khas itulah yang membuat sebagian orang menjulukinya mirip “Abunawas zaman now”.
Agus dikenal sebagai pribadi yang berani masuk ke wilayah-wilayah rawan. Ia mengaku pernah menelusuri lokasi tambang ilegal dan berkeliling ke berbagai daerah di Nusantara, mulai dari komunitas Suku Papua hingga Dayak. Dari aktivitas itulah nama “Fast Respon Agus Flores” mulai dikenal, bahkan di lingkungan aparat. Ia menyebut, saat berkoordinasi dengan kepolisian, penyebutan nama lengkap organisasi itu mempermudah komunikasi.
Latar belakang keluarga juga mewarnai perjalanan Agus. Ia mengaku sebagai cucu dari seorang anggota kepolisian asal Flores yang pernah bertugas di Kalimantan, Makassar, Donggala, dan Manado. Sementara ayahnya merupakan lulusan AKABRI Akpol dan keturunan pejabat di Jawa Timur. Meski aktif di kegiatan sosial dan gemar ziarah, Agus mengaku dirinya sulit dikategorikan. “Dibilang kiyai bukan, dibilang pertapa juga bukan,” katanya.
Di tengah ramainya perdebatan di media sosial saat ini, Agus tampil sebagai figur yang vokal membela institusi. Ia menegaskan semua yang dilakukan semata untuk membantu masyarakat. “Yang penting niatnya membantu. Nama besar harus dibayar dengan kerja nyata,” pungkasnya.
(Hariyoso).











