RCNNEWS.ID //JAKARTA.
Persoalan tambang ilegal kembali meledak ke ruang publik. Kali ini, sorotan mengarah pada dugaan keterlibatan oknum aparat yang disebut menjadi salah satu penyebab lemahnya penindakan di lapangan.
Bahkan, pengakuan mengejutkan datang dari seorang perwira polisi yang menyebut aparat kepolisian kerap menghadapi hambatan serius saat hendak menindak aktivitas tambang ilegal, karena diduga adanya beking dari oknum berseragam loreng.
“Bagaimana kami bersihkan, di lokasi itu ada oknum loreng di dalamnya. Kami tidak mau benturan di lapangan. Kami pernah turun, pasukan kami turun, tapi di atas ada pasukan lain yang back up,” ungkap sumber perwira tersebut.
Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa praktik tambang ilegal bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum biasa, melainkan telah menyentuh jaringan yang lebih kompleks dan sensitif.
Presiden Prabowo Subianto disebut ikut memonitor langsung persoalan ini. Bahkan, sebelumnya Presiden pernah melontarkan kritik tajam yang kini kembali relevan di tengah menguatnya isu keterlibatan aparat.
“Masa Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodam tidak tahu ada tambang ilegal di daerahnya,” tegas Prabowo.
Sikap Presiden tampaknya bukan sekadar retorika. Pada Kamis (16/4/26), Prabowo memanggil Menteri ESDM ke Istana dan memberi perintah tegas agar persoalan tambang ilegal segera dieksekusi tanpa kompromi.
Instruksi “sapu bersih, tidak pakai lama” dinilai sebagai sinyal keras bahwa pemerintah pusat tidak lagi mentoleransi praktik tambang ilegal, termasuk jika ada oknum aparat yang bermain di belakang layar.
Langkah Presiden ini sekaligus menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum, TNI, Polri, dan kementerian terkait: berani bersih-bersih sampai ke aktor besar, atau justru kembali berhenti pada penindakan simbolik.
Sebab publik kini menunggu pembuktian, apakah perintah Presiden benar-benar akan menumbangkan mafia tambang ilegal, atau hanya kembali berhadapan dengan tembok kekuatan yang selama ini disebut “tak tersentuh.”
Kalau mau saya buat versi lebih keras lagi dengan gaya headline investigatif, bisa saya bantu juga.
(Hariyoso).











