Berita Daerah

Pahlawan dari Tanah Katingan: Cahaya yang Tak Pernah Padam

Avatar photo
42
×

Pahlawan dari Tanah Katingan: Cahaya yang Tak Pernah Padam

Sebarkan artikel ini

RCNNEWS.ID //Palangka Raya.

Sabtu, 4/7/2026.

Hari ini, seolah seluruh alam di Tumbang Kalemei ikut berduka. Air sungai tak lagi riang beriak, pepohonan hutan menunduk rendah seolah memberi penghormatan terakhir, dan burung enggang—simbol kebanggaan kita—terbang perlahan menyusuri langit. Semesta seolah turut berduka, menyambut kepulangan putera terbaiknya: AIPTU (Anumerta) Yudhie Perdana Putera, S.Sos., M.AP.

Ia tumbuh di tanah yang kaya nilai leluhur, tanah Katingan yang mengajarkan arti kehormatan sejak kecil. Di antara rimbun hutan dan aliran sungai yang jernih, ia belajar berani, setia, dan mencintai sesama. Ketika kemudian mengenakan seragam Bhayangkara, ia tak hanya membawa janji negara—ia membawa doa ibunda, harapan kampung halaman, dan semangat warisan para leluhur Dayak.

Ia tak pernah mencari bahaya, namun tak pernah lari darinya. Ketika ancaman narkoba mulai mengancam merusak masa depan anak-anak kita, menghancurkan harapan keluarga di pelosok Kalimantan—ia berdiri di garis paling depan. Ia memilih berjuang, meski tahu risikonya sangat besar. Ia berkorban bukan karena kewajiban semata, tapi karena cinta yang tulus pada negeri dan sesama.

Kini tubuhnya beristirahat damai di tanah kelahirannya. Gong adat berdentang perlahan, rumah-rumah betang dipenuhi doa, dan setiap sudut Katingan merasakan kehilangan yang tak terperi. Namun di balik air mata, ada rasa bangga yang membara di dada kita semua—dan di hati seluruh keluarga besar Polri.

Sejarah tak akan mencatatnya hanya sebagai sosok yang gugur, melainkan sebagai bukti nyata keberanian sejati: berani mempertahankan kebenaran, berani melindungi yang lemah, berani menepati janji sampai napas terakhir. Namanya kini menjadi bagian abadi dari kisah penjaga tanah Borneo, menjadi teladan bagi kita semua.

Kepada ayah, ibu, dan seluruh keluarga tercinta: kata-kata memang tak cukup meringankan beban kehilangan ini. Namun ketahuilah, kalian tak sendirian. Seluruh rakyat Kalimantan, seluruh jajaran Polri, dan bangsa ini menganggap kalian keluarga kami. Putera yang kalian besarkan dengan penuh kasih telah menjadi kebanggaan kita semua.

Pengabdiannya mengajarkan kita betapa mahalnya harga menjaga keamanan dan masa depan bangsa. Semangatnya akan terus menjadi cahaya yang menuntun rekan-rekannya di Polri untuk terus berjuang melawan kejahatan, demi melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih menerima beliau di tempat paling mulia, menghapus segala lelahnya, dan menganugerahkan kedamaian abadi. Seperti ajaran yang beliau pegang teguh: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”

Selamat jalan, pahlawan bangsa. Selamat jalan, putera kebanggaan Katingan dan anak Dayak yang luar biasa. Namamu akan terus hidup dalam doa kami, teringat di setiap aliran sungai, dan abadi di hati seluruh bangsa.

(Hariyoso).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *