RCNNEWS.ID //BANJARMASIN.
Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalimantan Selatan segera terbentuk sebagai wadah perjuangan pekerja yang independen dan berkomitmen penuh memperjuangkan hak-hak kaum buruh di daerah. Kamis (9/7/2026) menjadi momentum penting setelah organisasi ini resmi kembali bergerak sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang mandiri.
Pembentukan ORI Kalsel menyusul dinamika di tingkat pusat, diawali dengan pernyataan mundur H. Ferri Nuzarli, S.E., S.H., dari jabatan Sekretaris Jenderal Partai Buruh. Langkah tersebut kemudian diikuti keputusan ORI untuk sepenuhnya melepaskan diri dari keterikatan dengan Partai Buruh, dan kembali menjalankan perannya sebagai ormas independen yang mengedepankan eksistensi serta marwah kaum pekerja di Indonesia.
Dalam pertemuan finalisasi penyusunan kepengurusan ORI Kalsel, hadir berbagai unsur strategis: perwakilan KSPSI Kalimantan Selatan, advokat senior, akademisi, organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga pensiunan ASN.
Rapat tersebut berhasil merumuskan struktur kepengurusan ORI Kalsel periode mendatang, meliputi unsur pembina, penasihat, ketua, sekretaris, bendahara, serta bidang-bidang kerja organisasi. Nama-nama yang telah direkomendasikan selanjutnya akan disampaikan kepada Pengurus ORI Pusat melalui pemegang mandat Ketua KSPSI Kalsel, H. Sadin Sasau, untuk proses selanjutnya.
Kehadiran ORI memiliki tujuan utama memperjuangkan perlindungan hak dasar pekerja, dengan mengusung tiga pilar utama kesejahteraan buruh: kepastian kerja (job security), kepastian pendapatan (income security), serta jaminan sosial (social security).
Selain soal kesejahteraan, ORI juga mendorong peningkatan posisi tawar pekerja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kaum buruh diharapkan tidak lagi sekadar menjadi objek kebijakan, melainkan menjadi subjek hukum yang berperan penting dalam menentukan arah kebijakan nasional.
Organisasi ini juga menargetkan terciptanya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja, sehingga pembangunan dapat berjalan berkeadilan tanpa mengabaikan hak-hak buruh.
Dengan terbentuknya ORI Kalsel, diharapkan tercipta wadah aspirasi yang mandiri, solid, dan diperhitungkan bagi seluruh pekerja di Kalimantan Selatan. Ini menjadi ruang perjuangan bersama untuk mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran, serta kesejahteraan yang merata.
“ORI Kalsel hadir untuk memperkuat suara pekerja dan memastikan aspirasi kaum buruh dapat diperjuangkan melalui wadah yang independen, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” menjadi semangat utama pembentukan organisasi ini.
(Hariyoso).











