RCNNEWS.ID //JAKARTA.
Sejumlah advokat menyatakan dukungan kepada Polri dan berencana menggelar aksi unjuk rasa pada hari Kamis mendatang. Aksi akan dilakukan dengan mengenakan toga advokat di depan Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.
Aksi ini akan dioratori oleh dua pengacara, yakni Drs. H. Hasan Basri, SH, MH dan Agus Flores.
Dalam keterangannya, Hasan Basri yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Astacita Merah Putih Center mengatakan, tujuan aksi adalah menuntut agar proses hukum dikembalikan sesuai KUHAP.
“Penyidikan harus dilakukan Polri terkait kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh mantan Jampidsus Kejagung berinisial ‘F’,” ujar Hasan Basri, Rabu [4/4/2026].
Selain itu, para advokat juga menuntut agar penyidik Polri tidak mendapat intervensi dari kekuatan politik manapun, termasuk dari Istana.
“Hentikan pemandulan hukum di Indonesia. Masyarakat menunggu dalam kasus ini agar para koruptor ditangkap, bukan dilindungi. Jangan hukum tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” tegasnya.
Hasan Basri juga menyinggung peran Presiden. Ia menyebut Presiden harus bijak dalam menentukan sikap membela siapa.
“Jangan hanya raja punya andil atas prestasi, tapi di sisi lain dia seorang aktor koruptor kita lindungi,” katanya.
Sebagai informasi, Hasan Basri dikenal sebagai salah satu pengacara yang sangat dekat dengan Presiden Prabowo.
Aksi dengan menggunakan toga ini diharapkan menjadi simbol tuntutan penegakan hukum yang adil, transparan, dan bebas dari intervensi.
(Hariyoso).












