Berita

Halal Bihalal di Banjar Satukan Ribuan Keluarga, Junaidi: Keluarga Kuat Pondasi Bangsa

Avatar photo
26
×

Halal Bihalal di Banjar Satukan Ribuan Keluarga, Junaidi: Keluarga Kuat Pondasi Bangsa

Sebarkan artikel ini

RCNNEWS.ID //Banjar.

Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa sangat kental dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Komplek Persada Raya 2 (PR2), Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Minggu (5/4/2026).

Acara yang berlangsung di kediaman Junaidi, di Jalan Martapura Lama Paal 7-8 ini, berhasil mempertemukan berbagai keluarga besar dari berbagai daerah. Di antaranya adalah Keluarga Almarhum Kai Zailani (Kai Paal 4), Keluarga Almarhum Kai Abdul Hamid (Kai Kurau), serta keluarga besar dari wilayah Birayang, Barikin, Baradai, dan Kurau.

Kegiatan ini juga turut diramaikan oleh warga setempat PR2, pengurus dan anggota Forum Kerukunan & Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK), serta kumpulan Dangsanak Alumni SMA Negeri 7 Banjarmasin.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan makan bersama, acara juga dimeriahkan dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Guru Gabin, Al Ustadz Nor Ipansyah, S.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat ukhuwah islamiyah dan menjaga hubungan baik antar sesama manusia.

Ketua Umum FKPWK, Advokat H. Rachmad Fadillah, S.H., menyampaikan rasa syukurnya karena kegiatan tersebut berjalan lancar sesuai harapan. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang sudah berjalan selama hampir lima tahun.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan sesuai yang diharapkan. Ini sudah hampir lima tahun kita laksanakan secara rutin. Melalui kegiatan ini, keluarga yang sebelumnya berjauhan bisa saling mengenal dan semakin dekat,” ujarnya.

Ia pun berharap kegiatan Halal Bihalal ini terus dilanjutkan sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Kalimantan, baik yang berada di daerah maupun yang sedang merantau.

Sementara itu, Ketua Harian FKPWK, Dr. Drs. Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H., menambahkan bahwa Halal Bihalal memiliki makna mendalam sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan sosial.

“Halal bihalal ini adalah momen untuk mengurai benang kusut, saling memaafkan, dan merajut kembali silaturahmi setelah Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kegiatan ini bagi regenerasi, agar generasi muda bisa mengenal silsilah keluarga dan menjaga identitas budaya leluhur.

“Dengan kegiatan seperti ini, generasi muda bisa mengetahui asal-usul keluarga, mengenal datuk dan nenek mereka, sehingga silaturahmi tetap terjaga dan semakin kuat,” tambahnya.

Di kesempatan terpisah, tuan rumah sekaligus pembina kegiatan, Junaidi, menyebutkan bahwa acara ini merupakan wujud pengamalan amanah dari orang tua untuk terus menjaga komunikasi dan persatuan keluarga besar.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi budaya. Keluarga adalah pondasi utama dalam membangun bangsa. Jika keluarga kuat, maka masyarakat dan negara juga akan kuat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan menjadi contoh bagi masyarakat luas tentang betapa pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat persatuan.

Kegiatan Halal Bihalal ini pun menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kekeluargaan dan kegotongroyongan masyarakat Kalimantan tetap terjaga dengan baik, sekaligus menjadi perekat sosial yang kuat di tengah kehidupan modern saat ini.

(Hariyoso).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *