RCNNEWS.ID //Bandung.
Citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengalami peningkatan signifikan dalam waktu dekat. Perubahan positif ini tak lepas dari peran aktif sosok Agus Flores, figur yang juga merupakan alumni HMI Angkatan 1999 serta memiliki keterkaitan langsung dengan lingkaran terdekat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Keterlibatannya secara langsung mendampingi dan membantu Polri dinilai berhasil menjembatani serta memperbaiki hubungan institusi dengan masyarakat yang selama ini kerap diwarnai kesalahpahaman. Bahkan, kiprah Agus Flores mendapatkan perhatian khusus dan apresiasi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., atas dedikasinya menangani berbagai permasalahan krusial di lapangan.
Bukan perkara mudah yang dihadapi. Sebagian besar kasus yang ditangani Agus Flores masuk dalam kategori tantangan berat, bahkan tergolong Aduan Tipe A. Salah satu isu paling pelik yang berhasil dipecahkan adalah maraknya tambang ilegal yang selama ini dianggap kebal hukum, karena diduga mendapat perlindungan dari kalangan orang berpengaruh. Berkat pendekatan tegas namun profesional, seluruh kasus tersebut berhasil diselesaikan dan diklirkan hingga ke akar permasalahannya.
Dalam kurun waktu 90 hari terakhir, tim yang dipimpinnya telah membereskan berbagai persoalan di wilayah Sulawesi dan Jawa. Agenda kerja akan segera dilanjutkan pekan depan ke wilayah Sumatera, yang juga tercatat memiliki sejumlah titik rawan masalah hukum yang selama ini sulit disentuh.
Puncak keberhasilan ini tercermin dari hasil survei kepuasan masyarakat yang mencatatkan angka fantastis, yakni mencapai 92 persen. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa upaya transformasi dan pendekatan humanis yang diusung Polri mulai diterima luas.
Agus Flores menegaskan bahwa selama ini jarak antara Polri dan masyarakat hanya disebabkan oleh miskomunikasi semata. “Selama ini hubungan antara masyarakat dan Polri sebenarnya baik, hanya saja sering terjadi miskomunikasi, dan tugas saya adalah meluruskan persepsi tersebut,” tegasnya saat memberikan keterangan di Polda Jawa Barat, Senin (20/4).
(Hariyoso).











