Berita

Air Sungai Keruh, Warga Mamput Minta Penyelesaian

Avatar photo
76
×

Air Sungai Keruh, Warga Mamput Minta Penyelesaian

Sebarkan artikel ini

Kapuas Tengah, RCNNEWS.ID –

13 Desember 2025

Warga Dusun Mamput, Kelurahan Baronang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, mengeluhkan air sungai yang keruh yang diduga akibat aktivitas penambangan yang dilakukan PT. Asmin Bara Baronang. Keruhnya air sungai ini diduga berasal dari sektor 4 PT. Asmin Bara Baronang.

Pak Engok, salah satu warga Dusun Mamput, mengungkapkan kepada awak media RCNNEWS.ID bahwa air sungai yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari warga telah keruh sejak kurang lebih 3 tahun lalu akibat aktivitas tambang tersebut. “Sampai sekarang ini, belum ada penyelesaian terkait hal ini,” kata Pak Engok saat diwawancarai awak media ini.

Warga Mamput merasa keresahan mendalam karena belum ada penyelesaian yang konkret terkait masalah ini. Mereka mengharapkan kontribusi dari pihak PT. Asmin Bara Baronang untuk pengadaan air bersih.

Menurut warga lainnya, mereka telah memberitahu pihak kades, lurah, dan kecamatan tentang masalah ini, namun sampai sekarang belum ada titik terangnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Warga Mamput berharap agar pihak PT. Asmin Bara Baronang dan pemerintah setempat dapat segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi.

Bagi PT. Asmin Bara Baronang, penting untuk memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas penambangan yang dilakukan. Perusahaan harus bertanggung jawab dan transparan dalam mengatasi masalah yang timbul akibat aktivitasnya.

Bagi pemerintah setempat, penting untuk memantau dan mengawasi aktivitas penambangan yang dilakukan di wilayahnya. Pemerintah harus memastikan bahwa perusahaan penambang mematuhi peraturan dan tidak merugikan masyarakat.

Bagi masyarakat, penting untuk terus mengawal dan memantau masalah ini agar dapat segera diselesaikan. Masyarakat harus bersatu dan berani menyuarakan hak-haknya.

(Hariyoso).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *