RCNNEWS.ID //PALANGKA RAYA.
Hampir lima bulan berlalu sejak Ketua RT 015/RW VI, Dennie H. Sangen, mengirimkan surat resmi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya. Surat bernomor 01/RT.015/RW.VI tertanggal 25 Mei 2026 berisi permohonan pengerokan dan normalisasi saluran drainase di lingkungan Jalan G.Obos XIV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya. Namun hingga akhir Oktober 2026, belum ada tanggapan maupun tindak lanjut apa pun.
Surat itu memaparkan keluhan warga: curah hujan yang tinggi akan menyebabkan banjir dan genangan air di sepanjang Jalan G.Obos XIV. Saluran drainase sudah dangkal, tertimbun sedimen lumpur dan sampah, sehingga aliran air tersumbat dan meluap ke badan jalan serta pekarangan warga.

Kondisi di lapangan kini semakin memprihatinkan. Foto-foto yang diambil akhir Oktober 2026 memperlihatkan saluran drainase nyaris tak terlihatĀ tertutup rapat rumput liar yang tinggi dan semak belukar padat. Saluran yang seharusnya mengalirkan air hujan, kini berubah menjadi hamparan tanah tertutup tumbuhan liar. Air tidak punya jalan keluar.
Belum ada tanggapan dari PUPR Kota Palangka Raya. Awak media RCNNEWS.ID juga telah berupaya mengonfirmasi hal ini dengan mendatangi langsung kantor Dinas PUPR Kota Palangka Raya untuk menanyakan tindak lanjut surat tersebut. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi.
Jadwal pertemuan untuk diskusi dengan pimpinan pun telah diupayakan sebanyak dua kali, namun selalu berakhir dengan alasan yang beragamĀ pimpinan dikatakan tidak berada di tempat. Padahal, lokasi Jalan G.Obos XIV yang menjadi lokasi masalah tersebut jaraknya sangat dekat dari kantor Dinas PUPR Kota Palangka Raya.
Kini bulan Oktober telah berakhir dan musim penghujan semakin intens. Keresahan warga pun memuncak. Setiap kali hujan turun, risiko banjir kembali mengancam.
“Inilah yang kami sampaikan sejak Mei. Tidak ada kunjungan, tidak ada pengerukan, tidak ada perubahan sedikit pun. Rumput makin tinggi, air makin sulit mengalir, dan musim hujan sudah di depan mata. Apakah harus menunggu rumah kami terendam dulu baru ada yang merespons? “ungkap warga.
Permohonan warga sederhana: pengerukan dan pembersihan saluran drainase agar air tidak meluap dimusim hujan ini. Bukan proyek besar, melainkan urusan dasar kenyamanan dan keselamatan. Surat sudah dikirim, bukti kondisi sudah terlihat jelas tinggal tindakan yang belum datang.
Saat ini hujan deras kian sering datang, harapan warga tetap satu: Semoga kali ini ada tanggapan, ada tindakan, dan keresahan warga tidak berakhir di surat yang terabaikan.
Laporan & Foto: Tim Penelusuran RCNNEWS.ID
Palangka Raya, 31 Oktober 2026.











