Komunitas

“Tekanan Tak Terlihat: Bagaimana Pers Hadapi Tantangan di Era Modern”

Avatar photo
20
×

“Tekanan Tak Terlihat: Bagaimana Pers Hadapi Tantangan di Era Modern”

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

RCNNEWS.ID //Palangka Raya.

Hartany Soekarno, wartawan senior Kalimantan Tengah, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap pers kini lebih sering datang dalam bentuk diam dan pembatasan akses informasi. “Sekarang tekanan itu jarang datang dalam bentuk larangan tertulis,” katanya.

Dalam praktik jurnalistik, fakta kerap berhadapan dengan kepentingan. Permintaan untuk “menyesuaikan sudut pandang” atau “melembutkan narasi” menjadi bagian dari dinamika sehari-hari. Di titik inilah independensi pers diuji.

Hartany menilai kondisi tersebut berpotensi menggeser fungsi pers dari pengawas kekuasaan menjadi sekadar penyampai informasi yang telah disaring. “Kalau jurnalis mulai menimbang kepentingan sebelum fakta, di situlah masalahnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberanian dalam jurnalistik tidak selalu berarti sikap frontal. “Kadang keberanian itu justru bertahan pada prosedur,” katanya. “Tetap verifikasi meski diburu waktu. Tetap menulis data apa adanya.”

Pada Hari Pers Nasional 2026, Hartany menekankan pentingnya media pemberitaan menjaga independensi, tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan berpihak pada aspirasi rakyat. “Pers harus punya batas. Kalau batas itu dilewati, kita kehilangan makna profesi ini,” tutupnya.

(Hariyoso).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *