Komunitas

Kristianto Diun Tunjang Putra Pejuang GMTPs, Sosok Pemimpin Ormas Betang Mandau Telawang

Avatar photo
54
×

Kristianto Diun Tunjang Putra Pejuang GMTPs, Sosok Pemimpin Ormas Betang Mandau Telawang

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA, RCNNEWS.ID –

Sosok tokoh kepemudaan dayak yang selama ini giat dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat terutama masyarakat adat Dayak Kalimantan Tengah selama ini, sangatlah dikenal bagi lapisan masyarakat juga disebut sebagai Bumi Tambun Bungai.

Dia lah Kristianto Diun Tunjang atau biasa disapa Deden, anak dari salah satu tokoh Pejuang Gerakan Mandau Telawang Pancasila (GMTPs), yang berjuang memisahkan Provinsi Kalimantan Tengah dari Kalimantan Selatan sejak tahun 1956 – 1957. Yang dipimpin oleh Panglima Cristian Simbar, Uria Mapas Atou Mandolin.

Tugu Perjuangan GMTPs masih berdiri di desa Tangkahen Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Almarhum Diun Tunjang sebagai sosok pejuang GMTPs, mengalir juga dalam sanubari dan darah Kristianto Diun Tunjang selama ini dalam membela keberadaan masyarakat adat dayak, khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam perjalanannya hidupnya, Deden dikenal sebagai sosok yang memiliki pribadi dan karakter tegas. Sebagai seorang putra Pejuang, karakteristik nya itu bentuk kepedulian dan kecintaannya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Dayak selama ini. 

Aktiv dalam kegiatan organisasi kemasyarakatan (Ormas), juga sebagai salah satu penggurus Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah, pernah menjabat ketua DPD Forum Pemuda Dayak (Ormas Fordayak) Kabupaten Kotawaringin Barat dan Ketua Ormas Gerakan Betang Bersatu Kalimantan Tengah (Ormas GBB-KT).

Saat ini dirinya sebagai Ketua Umum Ormas Betang Mandau Telawang (Ormas BMT) Kalimantan Tengah, dengan anggota tersebar di setiap daerah.

Dengan prinsip dan satu tujuan, kehadiran Ormas BMT Kalimantan Tengah, bisa bermanfaat untuk melestarikan dan menjaga kearifan budaya adat istiadat Dayak didalam era modernisasi saat ini.

Ormas BMT Kalimantan Tengah, dibawah kepemimpinan nya selama ini, cukup mendapat perhatian khusus dari pihak-pihak pemilik Perusahaan Besar Swasta (PBS) khususnya perkebunan kelapa sawit, dalam kegiatan operasionalnya tidak prosedural dan tidak bermanfaat nya untuk hukum adat sekitar perkebunan.

Pada intinya organisasi Betang Mandau Telawang tidak anti dengan investasi, tapi investasi yang prosedural dalam beroperasional.

DIkarenakan sosok Deden, pemimpin ormas BMT punya prinsip “yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah” tidak pernah takut ataupun gentar bahkan mundur didalam setiap langkanya memperjuangkan kepentingan masyarakat, baik pada saat berada di lapangan untuk melakukan aksi.

Baik itu berupa teror bahkan ancaman intmidasi dipidana oleh oknum-oknum yang merasa kegiatan Ormas BMT Kalteng, dapat menggangu kegiatan usahanya.

Sebagai sosok dan pribadi dari anak pejuang GMTPs, tentunya dirinya memiliki tanggung jawab dalam membangun dan menjaga Kalimantan Tengah ini. Baik itu untuk pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki daerah ini, dengan penduduk aslinya masyarakat Dayak.

Jangan sampai keberadaan investasi yang berusaha di daerah ini, merusak keberadaan adat istiadat masyarakat adat Dayak yang telah dipelihara oleh regenerasi, baik itu tatanan ekosistim lingkungan hidup dan kebudayaan dengan melantarkan kehidupan suku dayak dan masyarakat hukum adat juga jangan “Tempun Uyah Batawah Belai, Tempun Petak Manana Sare, Tempun Kajang Bisa Puat”.

Almarhum Diun Tunjang ayahnya dimakakm di pekuburan umum jalan Cilik Riwut KM 2,5 kota Palangka Raya, namun sosok ayahnya ini juga dikenang dan namanya tertera didaftar pejuangdi urutan no 17 di Tugu Gerakan Mandau Telawang Pancasila (GMTPs) di desa Tangkahen, kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pusau, Kalimantan Tengah.

Tugu GMTPs tersebut berdiri kokoh didesa Tangkahen, sebagai simbol dan lambang sebuah perjuangan yang dimiliki oleh segenap masyarakat Kalimantan Tengah saat itu dan untuk kedepannya.

Melanjutkan perjuangan sosok ayahnya yang asli suku Dayak, untuk mempersatukan masyarakat dayak dalam satu daerah khususnya dayak Kalimantan Tengah dalam bingkai Republik Indonesia dengan mengedepankan norma-norma persatuan yang terpatri di Pancasila negara ini

Ormas BMT Kalteng, merupakan simbol sebuah pergerakan perjuangan yang memiliki tekad kuat dalam menjaga Republik Indonesia dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab..

Pancasila merupakan jadi diri bangsa ini dalam berkehidupan dan berbangsa, disitu terdapat lima sila yang mengatur tatananan bangsa Indonesia sejak kemerdekaan diraih dengan sebuah perjuangan yang panjang dari pejuang-pejuang kemerdekaan republik ini.

Deden berharap bersama kehadiran ormas BMT Kalteng bisa menjadikan, sebagai tempat lapisan masyarakat khususnya adat dayak berorganisasi dalam menjaga dan memelihara bangsa Indonesia serta budaya adat istiadat Dayak.

Kristianto Diun Tunjang, merupakan sosok dan lambang sebuah pergerakan masyarakat selama ini, dalam menjaga sebuah nilai-nilai hidup berbangsa dan bernegara.

Perlu juga diingat, diketahui dan dicatat bahwa keberadaan Provinsi Kalimantan Tengah ini bukan diberi atau hadiah dari pemerintah pusat tapi diperjuangkan oleh tokoh-tokoh pemberani tanpa jasa yang tergabung didalam Gerakan Mandau Telawang Pancasila (GMTPs) dari tahun 1956-1957 penuh darah dan air mata.

(Hariyoso).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *