Berita

Keluarga Besar Hitler SPd Gelar Upacara Ritual Tiwah di Desa Tuwung

Avatar photo
50
×

Keluarga Besar Hitler SPd Gelar Upacara Ritual Tiwah di Desa Tuwung

Sebarkan artikel ini

Pulang Pisau, RCNNEWS.ID –

Suasana khidmat menyelimuti Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, saat keluarga besar Hitler, S.Pd. melaksanakan ritual Tiwah. Acara sakral ini bertujuan untuk menghantarkan arwah keluarga yang sudah meninggal menuju Lewu Tatau, yang diyakini sebagai surga dalam kepercayaan Kaharingan, sebagai wujud bakti dan penghormatan terakhir dari keturunan yang masih hidup.

Hitler, S.Pd., selaku penyelenggara adat ritual tiwah menjelaskan pada Senin (10/11/2025) pukul 09.30 bahwa Tiwah ini adalah kewajiban keluarga untuk menghantarkan arwah orang tua dan saudara mereka. Upacara ritual tiwah hari ini sebanyak 8 orang yang telah meninggal dihormati melalui prosesi adat ritual tiwah.

Ini adalah kewajiban kami sebagai “Tarantang Nule” untuk meniwahkan orang tua atau siapa pun yang ditiwahkan, untuk mengantarkan mereka ke Lewu Tatau. Roh adalah milik Tuhan, sedangkan yang ditiwahkan adalah jasad yang akan dipersatukan,” ungkap Hitler.

Ritual Tiwah yang diselenggarakan oleh keluarga besar Hitler, S.Pd. ini diharapkan menjadi contoh bagi generasi penerus agar terus melestarikan tradisi Kaharingan. Hitler menambahkan, meski berbeda keyakinan, kewajiban untuk menghormati dan mengantarkan orang tua tetap harus dilaksanakan. Tiwah ini dilaksanakan secara mandiri oleh keluarga, tanpa bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi.

Dalam ritual ini, keluarga besar Hitler, S.Pd. mengurbankan delapan hewan, terdiri dari lima ekor kerbau dan tiga ekor babi. Prosesi tabuh itu dilaksanakan tiga kali dengan jumlah hewan kurban yang berbeda sesuai dengan jumlah arwah yang diantar.

Kepala Desa Tuwung, David F.A., yang hadir dalam puncak acara pada Kamis (13/11/2025) pukul 08.30, menyampaikan bahwa Tiwah adalah wujud cinta dan kasih sayang ahli waris kepada leluhur. “Ritual ini adalah ungkapan terakhir dari anak cucu kepada yang telah meninggal, sebagai pelaksanaan tugas dan kewajiban terakhir,” ujarnya. David berharap, Tiwah ini dapat menjadi contoh bagi generasi mendatang untuk melestarikan ritual Tiwah sesuai dengan tradisi yang ada.

Seorang warga yang hadir, Ibu Yani, mengungkapkan rasa bangganya dapat menyaksikan ritual Tiwah ini. “Melalui acara ini, kita masih diberi kesempatan untuk berbakti kepada orang tua dan saudara yang telah meninggal. Ini adalah makna yang sangat mendalam,” tuturnya dengan haru. Ia berpesan agar semua orang yang masih hidup untuk menyayangi orang tua dan saudara selagi masih ada kesempatan.

Upacara Tiwah yang diselenggarakan oleh keluarga besar Hitler, S.Pd. ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Kahayan tengah, Kapolsek Kahayan Tengah, Danramil 1011-/11 Kahayan tengah dan seluruh pihak keluarga. Pelaksanaan Tiwah ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur budaya Dayak Kaharingan tetap hidup dan lestari di tengah masyarakat.

(Hariyoso).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *