Palangka raya, RCNNEWS.ID –
Upah tukang pembangunan dan pengoperasian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp38.921.000 masih belum terbayarkan, meskipun dapur sudah lolos standar nasional dan beroperasi selama 3 minggu. Kuasa hukum Drs Singkang W. Kasuma, SH, M.H. memberikan batas waktu sampai Senin (22/12/2025) untuk penyelesaian, jika tidak akan menutup dapur dan melaporkan ke Presiden RI.

Berdasarkan surat kuasa tanggal 4 November 2025, Singkang menjelaskan pemerintah sudah membayar tunggakan tagihan, namun upah tukang belum selesai. Hanya Rp4 juta yang dibayar pada Rabu (17/12/2025), tersisa Rp38.921.000.
Kisah pekerja semakin menyedihkan. Pak Tamrin, salah satu pekerja, mengaku sakit hipertensi sampai pecah pembuluh darah dan pendarahan otak saat menyelesaikan 3 bilik dapur guna memenuhi penilaian dari pusat. Dia dirawat 17 hari di RS Doris Sylvanus dengan biaya Rp25 juta tanpa bantuan apapun dari pihak dapur. Tak hanya itu, atasan beliau Haji Junaidi juga dirawat di RS yang sama akibat kecapean kerja siang malam.
“Kami mengecat lantai dengan cat poxsi yang menyengat, tidak ada alat pelindung, tapi target non stop bekerja siang malam. Harapan saya cepat dibayar upah dan diberi bantuan biaya perawatan,” ujar Tamrin.
Haji Junaidi menyampaikan sudah memberi tenggang waktu yang cukup, sementara Agus sebagai pimpinan dapur MBG di Jl. Lantoro Gung kelurahan Panarung, kecamatan Pahandut kota Palangka raya mengakui sudah mengajukan masalah ini ke atasannya, Pak Bidu sebagai ketua dan penanggung jawab.
(Hariyoso).











