Palangka Raya, RCNNEWS.ID –
5 Desember 2025
Di sebuah rumah sederhana di bawah rindang pohon rambutan, Hartany Soekarno, seorang jurnalis veteran yang telah mengabdi lebih dari empat dekade, berbagi pengalaman dan nasihat kepada generasi muda jurnalis. Dengan suara tenang namun tegas, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesi sebagai jurnalis.
Hartany, yang telah menempuh perjalanan panjang sebagai jurnalis, tidak takut untuk berbagi pengalaman pahit yang pernah ia alami. “Dulu saya juga pernah dipanggil wartawan bodrek,” katanya dengan suara yang masih menyimpan getir. Namun, ia tidak membiarkan pengalaman itu menghentikan langkahnya. Ia terus menulis dan berjuang untuk kebenaran.
Bagi Hartany, jurnalis sejati adalah mereka yang tidak takut untuk berdiri di luar lingkaran kekuasaan dan mengatakan kebenaran. “Kita hidup bukan dari kontrak pemberitaan. Kita hidup dari karya. Dari kejujuran kita menulis,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kode etik jurnalistik sebagai benteng bagi jurnalis. “Jurnalis itu harus tetap pegang Kode Etik Jurnalistik. Itu benteng kita. Kita ini bukan sekadar penyampai kabar, kita ini pendidik, pengingat, pengontrol,” tegasnya.
Hartany juga menyoroti kondisi pers hari ini yang menurutnya terkotak-kotak oleh kepentingan dan terpecah oleh kelompok. “Padahal kita ini saudara. Marwah pers itu runtuh kalau kita tidak bersatu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hartany juga berbagi tentang pentingnya menjaga integritas dan tidak takut untuk mengatakan kebenaran. “Jangan takut, kita harus berdiri di luar lingkaran itu. Karena di sanalah seorang jurnalis dapat melihat semuanya dengan terang,” katanya.
Jika Anda ingin menjadi jurnalis yang baik, Anda harus siap untuk menghadapi badai dan tetap menjaga integritas Anda.
Pertemuan itu berakhir dengan pesan yang kuat: jurnalis harus tetap menjadi penjaga kebenaran dan integritas, bahkan di tengah badai. Dengan demikian, mereka dapat membuat perbedaan dan membawa perubahan yang positif bagi masyarakat.
(Hariyoso).











